Zulum karya Miljenko Jergović menghadirkan elang yang menghadapi teror dan kekerasan, kemudian membalas dengan tetap setia pada hakikat alaminya—sebuah cerminan tentang injustice dan reaksi.

Dalam dunia sastra kontemporer yang gemar menarik perhatian dengan gestur besar, novela pendek Zulum karya Miljenko Jergović hadir dengan kesederhanaan yang tajam. Teks ini, yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Ellen Elias-Bursać dan Mirza Purić, memilih seekor elang sebagai subjek utamanya—sebuah pilihan yang jauh dari kesewenang-wenangan.

Kata "zulum" sendiri membawa beban makna yang kaya: ketidakadilan dan kekerasan bersamaan dalam satu istilah. Ini bukan hanya agresi fisik, tetapi seluruh ekosistem penindasan yang merayap masuk dan menghancurkan. Dalam narasi Jergović, elang mengalami hal ini secara langsung—sarangnya dibakar, tubuhnya diserang, keberadaannya menjadi korban dari teror yang tak terjawab.

Sebagian orang menyeimbangkan kesibukan sehari-hari dengan hiburan ringan, salah satunya lewat Banjir69 App.

Pembalasan dalam Kodrat Alam

Apa yang membuat Zulum menarik untuk direnungkan adalah cara elang merespons: dengan cara yang tetap setia pada sifat alaminya. Tidak ada pergantian karakter dramatis atau transformasi moral yang mudah. Elang tetap elang—dan di situ ada sesuatu yang lebih dalam tentang injustice dan pembalasan.

Jergović, penulis Bosnia yang pernah mengeksplorasi topik kekerasan dan sejarah, kemudian memilih medium minimalis ini untuk berbicara tentang trauma dan respons. Ada kehadiran diam dalam pilihan ini, sebuah penolakan untuk memberikan solusi yang terlalu mudah dicerna.

Novela ini mengingatkan pembaca bahwa ada masa—mungkin banyak masa—ketika bahkan makhluk yang paling liar sekalipun tidak aman dari kekerasan manusia. Pertanyaan yang tertinggal di udara, setelah membaca Zulum, bukan tentang apakah pembalasan itu benar, melainkan tentang apa yang tertinggal ketika kita belajar bahwa dunia bisa menyakiti bahkan yang tidak bersalah.

Banjir69 Slot